
Penyanyi fenomenal Mbah Surip meninggal dunia, Selasa (4/8/2009) pukul 10.30 WIB. Penyanyi 'Tak Gendong' itu sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur.
"Iya benar tadi meninggal pukul 10.30 WIB," kata Mega, petugas pendaftaran RS Pusdikkes saat dikonfirmasi detikcom. Mbah Surip memiliki nama asli Urip Ariyanto. Menurut KTP, dia lahir pada 1963. Mbah Surip mendulang uang miliaran rupiah dari ring back tone (RBT) 'Tak Gendong'.
Penyanyi bergaya Bob Marley yang terkenal dengan 'I Love You Full' ini berencana membuat album Ramadan tak lama lagi. Dia juga berniat menggandeng Manohara untuk berduet. Tak gendong ke mana-mana... Selamat jalan, Mbah Surip....
detiknews.com
Selengkapnya...
05 Agustus 2009
Selamat Jalan Mbah Surip
23 Mei 2009
Google Chrome 2.0
Google Chrome 2.0 merupakan satu browser yang diklaim Google sebagai browser yang mudah digunakan dan memiliki kinerja 20 persen lebih cepat, dibandingkan dengan Chrome 1.0 menurut hasil test betanews.com. Namun, faktanya, menurut PCWorld, terdapat beberapa pengguna yang mengklaim bahwa Chrome memang simple dalam kegagalan, karena Chrome 1.0 memiliki kekurangan fitur yang mendasar untuk sebuah browser web di tahun 2009 ini, seperti form auto-fill, modus full screen, dan ekstensi. Namun, dengan adanya Chrome 2.0, setidaknya Google telah menutup sedikit gap dengan Chrome 1.0, seperti adanya modus full screen, form auto-fill, kemampuan untuk remove thumbnail dari halaman “New Tab”, dan perbaikan seluruh bug juga improvisasi performance Chrome.
Browser Chrome 2.0 ini tampak sama seperti versi sebelumnya, namun cukup mudah untuk menemukan modus full screen, dengan menekan F11 atau memilihnya langsung dari menu icon di toolbar. Namun, menjadi tampak berguna ketika menggunakan modus full screen, karena seluruh control browser hilang, tidak ada tab ataupun toolbar.
Bahkan, user tidak bisa memasukkan alamat website, mengakses bookmark, kecuali dari halaman awal Chrome. Semuanya harus dilakukan via shortcut keyboard atau menu klik kanan. Google mengungkapkan bahwa modus full screen tersebut didesain untuk melihat video dan presentasi secara full screen. Sementara form auto-fill, Chrome 2.0 ini akan menampilkan beberapa pilihan yang mungkin dipilih user. Untuk remove thumbnail, cukup klik Remove Thumbnails, klik thumbnail yang ingin dihapus, dan klik Done. Browser Chrome 2.0 ini diklaim Google sebagai browser yang cepat dan ringan, juga lebih stabil.(h_n)
Selengkapnya...
21 Desember 2008
ANARKISME, Budaya kita kah?
Tentu tidak asing istilah tersebut di telinga kita. Ya, anarkisme, suatu paham yang berkaitan dengan kekerasan. Sudah menjadi hal yang lumrah di negara kita, bahkan menjadi menu sehari-hari di berbagai media cetak maupun media elektronik. Begitu banyak media mengulas dan meng-ekspose hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan. Sehingga tidak sedikit orang (baik dalam / luar) mengetahui hal ini. Mulai dari ulah suporter, demo yang berujung rusuh, sampai dengan tawuran antar pelajar/mahasiswa.
Saya mengangkat topik ini, karena prihatin atas maraknya tindakan anarkis yang dilakukan oleh saudara kita. Selain itu, pada tgl 20 Desember, saya pernah melihat tayangan yang disiarkan oleh televisi swasta yang mana tayangan tersebut dapat membuat kita 'mengelus dada', tayangan sebuah investigasi terhadap kehidupan sekelompok genk anak remaja yang masih duduk si bangku SMP. Sungguh ironis sekali, suatu tempat akedemi yang bertujuan untuk menciptakan manusia yang bermartabat, dijadikan sebagai tempat melahirkan bibit-bibit anarkisme (mungkin lebih tepatnya disebut ajang pencarian preman berbakat). Dalam investigasi tersebut di jelaskan secara runut dan gamblang tentang anarkisme tersebut. Mulai dari perekrutan anggota baru (yang biasanya memakai tradisi balas dendam),rencana tawuran(ada juga yang menjadikannya sebagai ajang taruhan), bahkan sampai dengan pewarisan generasi genk. Hal ini tidak hanya terjadi di sekolah non-unggulan tapi juga sekolah unggulan di ibu kota (mungkin bisa terjadi juga di daerah lain). Dalam tayangan tersebut juga menampilkan aksi kekerasan yang sangat2 tidak layak untuk ditiru. Mereka seakan-akan menjadi 'boneka hidup', di mana akal tidak lagi bekerja karena dikalahan oleh ego,nafsu, dan sifat 'kekeluargaan' yang sangat terikat.
Mata rantai dari genk ini ternyata sudah turun-temurun. Bahkan awal mula genk yang ada di ibu kota bermula pada era 90-an. Kehidupan genk tersebut bertahan selama masih ada penyerahan dari generasi lama ke generasi baru. Tidak hanya dalam penyerahan jabatan, tetapi juga dalam pewarisan alat untuk perang seperti samurai, clurit, klewan, rotan, dsb. Sungguh, mata rantai yang sulit untuk di putus apabila tidak ada kesadaran pada pihak2 terkait. Meski banyak korban dalam aksi ini, toh tetap saja para genk2 ini tetap eksis. Siapa kuat dialah pemenangnya, hanya sebatas gengsi dan cari sensasi yang membuat mereka bertahan.
Mungkin di sini peran keluarga (khususnya orang tua) maupun pihak sekolah sangat berperan penting untuk dapat meminimalisir tindakan anarki tsb. Mengingat lingkungan pada zaman ini sudah sangat bebas dan sulit untuk di kontrol sehingga cepat atau lambat dapat menghilangkan norma2 yang berlaku di dalam masyarakat.
Untuk dapat memutus mata rantai ini (setidaknya mengurangi) adalah berawal dari kita sendiri, tanyakanlah pada hati kecil kita, "Apa manfaat yg diperoleh dari aksi ini?","Lebih banyak mengandung manfaat-kah?atau kejelekannya-kah?"..Di sini saya tidak nermaksud untuk menggurui atau sok2-an, tapi apa yang saya tuangkan dalam tulisan ini adalah bentuk dari rasa prihatin atas maraknya aksi anarki yang terjadi pada generasi kita(Mudah2an tidak terjadi pd generasi anak cucu kita,insya Allah)..Apalagi negara kita secara geografis berada di bagian timur, yang artinya kita harus menjunjung tinggi adat ke timur-an yang dikenal sebagai adat yang santun agar tetap terjaga..
Dengan maraknya berbagai aksi anarki di berbagai daerah..Akankah menjadi budaya kita??? Hanya waktu yang bisa menjawabnya...
Nb. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh...
Satukan tali persatuan di antara kita...
Kita masih saudara prend....OK!...
Selengkapnya...
05 Desember 2008
Prosesor Terbaik di Planet Bumi
Belum lama ini intel mengeluarkan prosesor terbarunya yaitu intel Core i7 yang dianggap prosesor desktop terbaik di planet bumi. Penilaian tersebut dilihat berdasarkan benchmark industri, game dan pembuat aplikasi multimedia. Prosesor yang diklaim sebagai prosesor tercepat ini sudah bisa dicicipi di Indonesia.
Selain lebih cepat dan lebih pintar, meskipun menggunakan teknologi multicore, prosesor ini tidak mengubah kebutuhan power yang dibutuhkan. Prosesor ini menggabungkan antara teknologi intel Turbo Bost dengan teknologi intel Hyper Threading. Keunggulan lainnya yaitu menggunakan teknologi virtualisasi, peningkatan teknologi intel SpeedStep, Execute Disable Bit untuk menghindari penyerangan teknik buffer overflow dan prosesor ini berbasis arsitektur 64-bit. (detiknet.com)
Selengkapnya...
-
Sisipkanlah komentar temen-temen walaupun satu kata, -
karena setiap komentar temen-temen sangat berarti bagi blog ini.
